Loading...

Loading...
Kitab
80 Hadis
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair] dan [Ali bin Muhammad] dan [Muhammad bin Basyar], semuanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'], telah menceritakan kepada kami [Al'A'masy] dari [Syaqiq] dari [Abdullah], Ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perkara yang pertama kali diadili pada manusia di hari Kiamat kelak adalah masalah pembunuhan
حدثنا محمد بن عبد الله بن نمير، وعلي بن محمد، ومحمد بن بشار، قالوا حدثنا وكيع، حدثنا الاعمش، عن شقيق، عن عبد الله، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " اول ما يقضى بين الناس يوم القيامة في الدماء
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Ammar], telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus], telah menceritakan kepada kami [Al 'A'masy] dari [Abdullah bin Murrah] dari [Masruq] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang dibunuh secara keji, melainkan dosa pembunuh tersebut juga akan ditimpakan kepada anak laki-laki pertama dari Nabi Adam, karena dialah yang pertama kali mencontohkan pembunuhan tersebut
حدثنا هشام بن عمار، حدثنا عيسى بن يونس، حدثنا الاعمش، عن عبد الله بن مرة، عن مسروق، عن عبد الله، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " لا تقتل نفس ظلما الا كان على ابن ادم الاول كفل من دمها لانه اول من سن القتل
Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Yahya bin Azhar Al Wasithi], telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Yusuf Al Azraq] dari [Syarik] dari [Ashim] dari [Abu Wa'il] dari [Abdullah], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perkara pertama yang diadili pada manusia di hari Kiamat adalah masalah pembunuhan
حدثنا سعيد بن يحيى بن الازهر الواسطي، حدثنا اسحاق بن يوسف الازرق، عن شريك، عن عاصم، عن ابي وايل، عن عبد الله، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " اول ما يقضى بين الناس يوم القيامة في الدماء
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair], telah menceritakan kepada kami [Waki'], telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Abdurrahman bin 'A'idz] dari [Uqbah bin Amir Al Juhani], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bertemu dengan Allah subhanahu wata'ala dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, serta tidak pernah melakukan pembunuhan, maka ia pasti masuk surga
حدثنا محمد بن عبد الله بن نمير، حدثنا وكيع، حدثنا اسماعيل بن ابي خالد، عن عبد الرحمن بن عايذ، عن عقبة بن عامر الجهني، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " من لقي الله لا يشرك به شييا لم يتند بدم حرام دخل الجنة
Telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Ammar], telah menceritakan kepada kami [Walid bin Muslim], telah menceritakan kepada kami [Marwan bin Janah] dari [Abu Jahm Al Juzajani] dari [Al Bara bin Azib], sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Kehancuran dunia (nilainya) lebih ringan di sisi Allah subhanahu wata'ala dari pada seseorang membunuh seorang mukmin tanpa hak
حدثنا هشام بن عمار، حدثنا الوليد بن مسلم، حدثنا مروان بن جناح، عن ابي الجهم الجوزجاني، عن البراء بن عازب، ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال " لزوال الدنيا اهون على الله من قتل مومن بغير حق
Telah menceritakan kepada kami [Amru bin Rafi'], telah menceritakan kepada kami [Marwan bin Mu'awiyah], telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Ziyad] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id bin Al Musayyab] dari [Abu Hurairah], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa menolong untuk membunuh seorang mu'min meski dengan setengah kalimat, maka dia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan tertulis diantara kedua matanya; putus asa dari rahmat Allah
حدثنا عمرو بن رافع، حدثنا مروان بن معاوية، حدثنا يزيد بن زياد، عن الزهري، عن سعيد بن المسيب، عن ابي هريرة، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " من اعان على قتل مومن بشطر كلمة لقي الله عز وجل مكتوب بين عينيه ايس من رحمة الله
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin As Shabah], telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Ammar Ad Duhni] dari [Salim bin Abu Al Ja'd], ia berkata; " [Ibnu Abbas] ditanya tentang seseorang yang membunuh seorang mukmin secara sengaja, lalu bertaubat, beriman dan beramal shalih kemudian ia mendapat hidayah?" ia menjawab; Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kalian bersabda: "Orang yang membunuh dan yang dibunuh akan datang di hari kiamat dalam keadaan bergantungan dengan kepala sahabatnya, lalu ia bertanya, 'Wahai Tuhanku! Tanyalah dia mengapa ia membunuhku? ' Demi Allah! Allah subhanahu wata'ala telah menurunkan ayat yang melarang pembunuhan kepada nabi kalian di mana Dia tidak menasakhnya setelah ayat tersebut diturunkan
حدثنا محمد بن الصباح، حدثنا سفيان بن عيينة، عن عمار الدهني، عن سالم بن ابي الجعد، قال سيل ابن عباس عمن قتل مومنا متعمدا ثم تاب وامن وعمل صالحا ثم اهتدى . قال ويحه وانى له الهدى سمعت نبيكم صلى الله عليه وسلم يقول " يجيء القاتل والمقتول يوم القيامة متعلق براس صاحبه يقول رب سل هذا لم قتلني " . والله لقد انزلها الله عز وجل على نبيكم ثم ما نسخها بعد ما انزلها
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah], telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun], telah memberitakan kepada kami [Hammam bin Yahya] dari [Qatadah] dari [Abu Shiddiq An Naji] dari [Abu Sa'id Al Khudri], ia berkata; "Tidakkah ingin aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang keluar dari mulut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Aku mendengar dengan kedua telingaku dan hatiku menyimaknya, beliau bersabda: "Sesungguhnya terdapat seseorang yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, kemudian ia ingin bertaubat, lalu ia bertanya tentang seseorang yang paling alim di muka bumi ini. Kemudian ia ditunjukkan kepada seseorang. Ia pun mendatanginya dan berkata; "Aku telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, apakah masih ada taubat untukku? Orang tersebut berkata dengan nada terkejut, "Apa? Telah membunuh sembilan puluh sembilan orang?" Beliau melanjutkan; "Akhimya pembunuh itu mengeluarkan pedangnya dan membunuh orang tersebut. Dengan demikian genaplah seratus orang yang dia bunuh. Dia pun masih berkeinginan taubat dan bertanya tentang orang paling alim di muka bumi. Kemudian ia ditunjukkan kepada seseorang dan ia pun mendatanginya. la bertanya; "Aku telah membunuh seratus orang, maka apakah masih ada taubat untukku?" Orang alim itu menjawab; "Celakalah kau! Siapakah yang dapat menghalangimu untuk bertaubat? Keluarlah dari perkampungan yang buruk yang engkau telah diami dan pindahlah ke perkampungan yang baik, yaitu di kampung ini dan ini. Beribadahlah kepada Tuhanmu di sana. " Lalu pembunuh itu pun keluar menuju perkampungan yang baik tersebut, namun ajal menjeputnya di tengah perjalanan. Kemudian malaikat rahmat dan malaikat azab saling berselisih. Iblis berkata; "Akulah yang lebih berhak terhadap orang ini, ia tidak pernah menentang perintahku sama sekali. Malaikat rahmat menjawab, "la telah keluar dalam rangka taubat." [Hammam] berkata; telah menceritakan kepadaku [Humaid At Thawil], telah menceritakan kepadaku dari [Bakar bin Abdullah] dari [Abu Rafi'], ia meriwayatkan; "Allah subhanahu wata'ala mengutus para malaikat, mereka berseteru mengenai hal ini lalu mereka kembali. Allah subhanahu wata'ala lalu berfirman, "Lihatlah, mana dintara dua perkampungan itu yang lebih dekat padanya (kampung maksiat atau kampung yang baik)?" lalu golongkanlah ia pada penghuni kampung tersebut." [Qatadah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Hasan], ia berkata, "Saat ajal menjemputnya, ia melompat hingga lebih dekat kepada perkampungan yang baik, dan perkampungan yang buruk lebih jauh, Kemudian ia dianggap sebagai penduduk kampung yang baik." Telah menceritakan kepada kami Abu Al Abbas bin Abdullah bin Isma'il Al Baghdadi, telah menceritakan kepada kami 'Affan, telah menceritakan kepada kami Hammam, ia menyebutkan yang semisalnya
Telah menceritakan kepada kami [Utsman] dan [Abu Bakar] keduanya anak Ibnu Syaibah, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Khalid Al Ahmar] (dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr] dan [Utsman] keduanya putra Abu Syaibah, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Jarir] dan [Abdurrahim bin Sulaiman] semuanya dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Harits bin Fudhail], aku menyangka dari [Ibnu Abu 'Auja'] yang namanya adalah Sufyan, dari [Abu Syuraih Al Khuza'i] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa terkena darah (terbunuh) ataupun terluka, maka baginya untuk memilih diantara tiga pilihan: Meminta qishos ataupun meminta diyat (ganti materi) ataupun memaafkan, maka barang siapa yang memilih yang keempat (selain dari tiga pilihan, pent) maka cegahlah dia, dan apabila dia telah memilih 'memaafkan atau diat' diantara tiga hal tersebut kemudian dia masih membunuh maka baginya balasan api neraka yang kekal di dalamnya
حدثنا عثمان، وابو بكر ابنا ابي شيبة قالا حدثنا ابو خالد الاحمر، ح وحدثنا عثمان بن ابي شيبة، قال حدثنا جرير، وعبد الرحيم بن سليمان، جميعا عن محمد بن اسحاق، عن الحارث بن فضيل، اظنه عن ابن ابي العوجاء، واسمه، سفيان عن ابي شريح الخزاعي، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " من اصيب بدم او خبل - والخبل الجرح - فهو بالخيار بين احدى ثلاث فان اراد الرابعة فخذوا على يديه ان يقتل او يعفو او ياخذ الدية فمن فعل شييا من ذلك فعاد فان له نار جهنم خالدا مخلدا فيها ابدا
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi], telah menceritakan kepada kami [Al Walid], telah menceritakan kepada kami [Al 'Auza'i], telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah], ia berkata; Rasulullah bersabda: "Barangsiapa memiliki saudara yang dibunuh, maka hendaklah memilih yang terbaik di antara dua pilihan: membunuh (qisas) atau menerima diyat
حدثنا عبد الرحمن بن ابراهيم الدمشقي، حدثنا الوليد، حدثنا الاوزاعي، حدثني يحيى بن ابي كثير، عن ابي سلمة، عن ابي هريرة، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " من قتل له قتيل فهو بخير النظرين اما ان يقتل واما ان يفدى
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah], telah menceritakan kepada kami [Abu Khalid Al Ahmar] dari [Muhammad bin Ishaq], telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ja'far] dari [Zaid bin Dlumairah], telah menceritakan kepadaku [Ayah] dan [Pamanku] keduanya telah menyaksikan peperangan Hunain bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat zhuhur lalu duduk dibawah pohon, kemudian berdirilah Aqra'bin Habis, pemimpin Khindif yang menuntut darah Muhallim bin Jatsamah, lalu berdirilah Uyainah bin Hishin menuntut darah Amir bin Adhbath seorang pemberani, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah kalian menerima diyat?." Tapi mereka semua menolak, lalu berdirilah seorang pemuda dari bani Laits, ia biasa disebut dengan Mukaitil, ia berkata; Ya Rasulullah, demi Allah, aku tidak menyamakan pembunuhan di dalam Islam, kecuali seperti sekelompok kambing yang dilempar yang pertamanya lalu lari yang selainnya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Untuk kalian lima puluh dalam safar ini dan lima puluh lagi kalau sudah kembali." Maka mereka menerima diyat tersebut
حدثنا ابو بكر بن ابي شيبة، حدثنا ابو خالد الاحمر، عن محمد بن اسحاق، حدثني محمد بن جعفر، عن زيد بن ضميرة، حدثني ابي وعمي، وكانا، شهدا حنينا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم قالا صلى النبي صلى الله عليه وسلم الظهر ثم جلس تحت شجرة فقام اليه الاقرع بن حابس - وهو سيد خندف يرد - عن دم محلم بن جثامة وقام عيينة بن حصن يطلب بدم عامر بن الاضبط وكان اشجعيا فقال لهم النبي صلى الله عليه وسلم " تقبلون الدية " . فابوا فقام رجل من بني ليث يقال له مكيتل فقال يا رسول الله والله ما شبهت هذا القتيل في غرة الاسلام الا كغنم وردت فرميت فنفر اخرها . فقال النبي صلى الله عليه وسلم " لكم خمسون في سفرنا وخمسون اذا رجعنا " . فقبلوا الدية
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Khalid Ad Dimasyqi], telah menceritakan kepada kami [Ayahku], telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rasyid] dari [Sulaiman bin Musa] dari [Amru bin Syu'aib] dari [Ayahnya] dari [Kakeknya] ia berkata; Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Barangsiapa membunuh secara sengaja, maka urusannya diserahkan kepada keluarga orang yang terbunuh. Apabila menginginkan, maka mereka bisa membunuh atau mengambil sejumlah tiga puluh unta hiqqah (unta betina yang berusia pada tahun ke empat), tiga puluh unta jad'ah (unta berusia lima tahun), dan empat unta khalifah (unta yang sedang mengandung). Itu adalah diyat karena sengaja apabila mereka mau berdamai kepadanya, dan itu adalah diyat yang paling berat
حدثنا محمود بن خالد الدمشقي، حدثنا ابي، حدثنا محمد بن راشد، عن سليمان بن موسى، عن عمرو بن شعيب، عن ابيه، عن جده، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " من قتل عمدا دفع الى اولياء القتيل فان شاءوا قتلوا وان شاءوا اخذوا الدية وذلك ثلاثون حقة وثلاثون جذعة واربعون خلفة وذلك عقل العمد ما صولحوا عليه فهو لهم وذلك تشديد العقل
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar], telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dan [Muhammad bin Ja'far], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ayyub] Aku mendengar [Qasim bin Rabi'ah] dari [Abdullah bin Amru] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pembunuhan karena kesalahan, menyerupai kesengajaan. Sedangkan pembunuhan karena cambuk dan pukulan cemeti. Maka dendanya seratus ekor unta dan empat puluh diantaranya adalah unta khalifah yang di dalam perutnya terdapat janin." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yahya], telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb], telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Khalid Al Hadza'] dari [Qasim bin Rabi'ah] dari [Uqbah bin Aus] dari [Abdullah bin Amru] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam semisalnya
حدثنا محمد بن بشار، حدثنا عبد الرحمن بن مهدي، ومحمد بن جعفر، قالا حدثنا شعبة، عن ايوب، سمعت القاسم بن ربيعة، عن عبد الله بن عمرو، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال " قتيل الخطا شبه العمد قتيل السوط والعصا ماية من الابل اربعون منها خلفة في بطونها اولادها " . حدثنا محمد بن يحيى، حدثنا سليمان بن حرب، حدثنا حماد بن زيد، عن خالد الحذاء، عن القاسم بن ربيعة، عن عقبة بن اوس، عن عبد الله بن عمرو، عن النبي صلى الله عليه وسلم نحوه
Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammmad Az Zuhri], telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uiyainah] dari [Ibnu Jud'an] ia mendengar dari [Al Qasim bin Rabi'ah] dari [Ibnu Umar], sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri di tangga Ka'bah pada saat penakukan kota Makkah dengan memuji Allah, beliau bersabda: "Segala puji bagi Allah yang Maha menepati janji, menolong hamba-Nya dan mengalahkan musuh sendirian. Ingatlah sesungguhnya orang yang terbunuh karena salah adalah terbunuhnya ia oleh cambuk dan tongkat. Maka baginya diyat dengan seratus ekor diantaranya empat puluh ekor khalifah yang di dalam perutnya terdapat janin. Ketahuilah bahwa setiap kebanggaan yang berlaku dimasa jahiliyyah akan berada di kedua kakiku ini (dihapus) kecuali kebiasaan menjaga Ka'bah dan memberi minum orang haji. Ketahuilah sesungguhnya aku telah membiarkan kepada keduanya sebagaimana adanya
حدثنا عبد الله بن محمد الزهري، حدثنا سفيان بن عيينة، عن ابن جدعان، سمعه من القاسم بن ربيعة، عن ابن عمر، ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قام يوم فتح مكة وهو على درج الكعبة فحمد الله واثنى عليه فقال " الحمد لله الذي صدق وعده ونصر عبده وهزم الاحزاب وحده الا ان قتيل الخطا قتيل السوط والعصا فيه ماية من الابل منها اربعون خلفة في بطونها اولادها الا ان كل ماثرة كانت في الجاهلية ودم تحت قدمى هاتين الا ما كان من سدانة البيت وسقاية الحاج الا اني قد امضيتهما لاهلهما كما كانا
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar], telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hani], telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Muslim] dari [Amru bin Dinar] dari [Ikrimah] dari [Ibnu 'Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; sesungguhnya ia menjadikan diyat dengan dua belas ribu
حدثنا محمد بن بشار، حدثنا معاذ بن هاني، حدثنا محمد بن مسلم، عن عمرو بن دينار، عن عكرمة، عن ابن عباس، عن النبي صلى الله عليه وسلم انه جعل الدية اثنى عشر الفا
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Manshur Al Mawarzi], telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun], telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Rasyid] dari [Sulaiman bin Musa] dari [Amru bin Syu'aib] dari [Ayahnya] dari [Kakeknya] sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membunuh seseorang karena kesalahan, dendanya adalah tiga puluh ekor unta binta makhad (unta betina yang berusia satu tahun), tiga puluh ekor unta binta labun (unta betina yang berusia dua tahun), tiga puluh unta hiqqah dan sepuluh unta bani labun (unta jantan yang berusia dua tahun) Rasulullah menilai harga unta tersebut kepada masyarakat kampung dengan nilai empat ratus Dinar atau senilai dengan uang perak. Beliau menilainya dengan kondisi harga unta, apabila harganya sedang tinggi, maka ia menaikkan nilainya dan apabila sedang rendah, maka ia menurunkan nilainya sesuai dengan kondisi yang ada. Oleh karena itu nilai harga unta pada masa Rasulullah berada di antara empat ratus sampai delapan ratus dinar atau sebanding dengan uang perak sejumlah delapan ribu Dirham. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menetapkan bahwa barangsiapa dendanya berupa sapi, maka ia harus membayar dengan dua ratus ekor sapi, barangsiapa dendanya berupa kambing, maka ia harus membayar dengan dua ribu ekor kambing
حدثنا اسحاق بن منصور المروزي، انبانا يزيد بن هارون، انبانا محمد بن راشد، عن سليمان بن موسى، عن عمرو بن شعيب، عن ابيه، عن جده، ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال " من قتل خطا فديته من الابل ثلاثون بنت مخاض وثلاثون ابنة لبون وثلاثون حقة وعشرة بني لبون " . وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقومها على اهل القرى اربعماية دينار او عدلها من الورق ويقومها على ازمان الابل اذا غلت رفع في ثمنها واذا هانت نقص من ثمنها على نحو الزمان ما كان فبلغ قيمتها على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم ما بين الاربعماية دينار الى ثمانماية دينار او عدلها من الورق ثمانية الاف درهم قضى رسول الله صلى الله عليه وسلم ان من كان عقله في البقر على اهل البقر مايتى بقرة ومن كان عقله في الشاء على اهل الشاء الفى شاة
Telah menceritakan kepada kami [Abdussalam bin Ashim], telah menceritakan kepada kami [Shabah bin Muharib], telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin Arthah], telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Jubair] dari [Khisyaf bin Malik Ath Tha'i] dari [Abdullah bin Mas'ud] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Untuk diyat pembunuhan karena salah adalah dua puluh unta hiqqah, dua puluh unta jadz'ah, dua puluh bintu makhad (unta betina yang berusia satu tahun), tiga puluh ekor unta bintu labun (unta betina yang berusia dua tahun) dan dua puluh unta bani makhad yang jantan
حدثنا عبد السلام بن عاصم، حدثنا الصباح بن محارب، حدثنا حجاج بن ارطاة، حدثنا زيد بن جبير، عن خشف بن مالك الطايي، عن عبد الله بن مسعود، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " في دية الخطا عشرون حقة وعشرون جذعة وعشرون بنت مخاض وعشرون بنت لبون وعشرون بني مخاض ذكور
Telah menceritakan kepada kami [Al Abbas bin Ja'far], telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sinan], telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Muslim] dari [Amru bin Dinar] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menjadikan diyat dengan dua belas ribu, sebagaimana firman Allah: 'Wamaa naqamu illa an aghnahumullahu wa rasuluhu min fadhlihi' tidaklah pembalasan itu kecuali agar Allah dan Rasulnya mengkayakan mereka." Beliau bersabda: 'Yaitu dengan diyat
حدثنا العباس بن جعفر، حدثنا محمد بن سنان، حدثنا محمد بن مسلم، عن عمرو بن دينار، عن عكرمة، عن ابن عباس، ان النبي صلى الله عليه وسلم جعل الدية اثنى عشر الفا قال ذلك قوله {وما نقموا الا ان اغناهم الله ورسوله من فضله} قال باخذهم الدية
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Muhammad], telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Ubaid bin Nadhlah] dari [Al Mughirah bin Syu'bah], ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menetapkan diyat atas kerabat atau keluarga pembunuh
حدثنا علي بن محمد، حدثنا وكيع، حدثنا ابي، عن منصور، عن ابراهيم، عن عبيد بن نضلة، عن المغيرة بن شعبة، قال قضى رسول الله صلى الله عليه وسلم بالدية على العاقلة
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Durusta], telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Budail bin Maisarah] dari [Ali bin Abu Thalhah] dari [Rasyid bin Sa'ad] dari [Abu Amir Al Hauzani] dari [Al Miqdam Asy-Syami], ia berkata; Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda: 'Aku adalah ahli waris bagi orang yang tidak memiliki ahli waris. Aku yang akan menanggung diyat dan mewarisinya. Seorang paman menjadi ahli waris bagi orang yang tidak memiliki ahli waris, ia yang akan menanggung diyat dan yang mewarisinya
حدثنا يحيى بن درست، حدثنا حماد بن زيد، عن بديل بن ميسرة، عن علي بن ابي طلحة، عن راشد بن سعد، عن ابي عامر الهوزني، عن المقدام الشامي، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " انا وارث من لا وارث له اعقل عنه وارثه والخال وارث من لا وارث له يعقل عنه ويرثه
حدثنا ابو بكر بن ابي شيبة، حدثنا يزيد بن هارون، انبانا همام بن يحيى، عن قتادة، عن ابي الصديق الناجي، عن ابي سعيد الخدري، قال الا اخبركم بما، سمعت من، في رسول الله صلى الله عليه وسلم سمعته اذناى ووعاه قلبي " ان عبدا قتل تسعة وتسعين نفسا ثم عرضت له التوبة فسال عن اعلم اهل الارض فدل على رجل فاتاه . فقال اني قتلت تسعة وتسعين نفسا فهل لي من توبة قال بعد تسعة وتسعين نفسا . قال فانتضى سيفه فقتله فاكمل به الماية ثم عرضت له التوبة فسال عن اعلم اهل الارض فدل على رجل فاتاه فقال اني قتلت ماية نفس فهل لي من توبة قال فقال ويحك ومن يحول بينك وبين التوبة اخرج من القرية الخبيثة التي انت فيها الى القرية الصالحة قرية كذا وكذا فاعبد ربك فيها . فخرج يريد القرية الصالحة فعرض له اجله في الطريق فاختصمت فيه ملايكة الرحمة وملايكة العذاب قال ابليس انا اولى به انه لم يعصني ساعة قط . قال فقالت ملايكة الرحمة انه خرج تايبا " . قال همام فحدثني حميد الطويل، عن بكر بن عبد الله، عن ابي رافع، قال فبعث الله عز وجل ملكا فاختصموا اليه ثم رجعوا فقال انظروا اى القريتين كانت اقرب فالحقوه باهلها . حدثنا ابو بكر بن ابي شيبة، حدثنا يزيد بن هارون، انبانا همام بن يحيى، عن قتادة، عن ابي الصديق الناجي، عن ابي سعيد الخدري، قال الا اخبركم بما، سمعت من، في رسول الله صلى الله عليه وسلم سمعته اذناى ووعاه قلبي " ان عبدا قتل تسعة وتسعين نفسا ثم عرضت له التوبة فسال عن اعلم اهل الارض فدل على رجل فاتاه . فقال اني قتلت تسعة وتسعين نفسا فهل لي من توبة قال بعد تسعة وتسعين نفسا . قال فانتضى سيفه فقتله فاكمل به الماية ثم عرضت له التوبة فسال عن اعلم اهل الارض فدل على رجل فاتاه فقال اني قتلت ماية نفس فهل لي من توبة قال فقال ويحك ومن يحول بينك وبين التوبة اخرج من القرية الخبيثة التي انت فيها الى القرية الصالحة قرية كذا وكذا فاعبد ربك فيها . فخرج يريد القرية الصالحة فعرض له اجله في الطريق فاختصمت فيه ملايكة الرحمة وملايكة العذاب قال ابليس انا اولى به انه لم يعصني ساعة قط . قال فقالت ملايكة الرحمة انه خرج تايبا " . قال همام فحدثني حميد الطويل، عن بكر بن عبد الله، عن ابي رافع، قال فبعث الله عز وجل ملكا فاختصموا اليه ثم رجعوا فقال انظروا اى القريتين كانت اقرب فالحقوه باهلها . قال قتادة فحدثنا الحسن، قال لما حضره الموت احتفز بنفسه فقرب من القرية الصالحة وباعد منه القرية الخبيثة فالحقوه باهل القرية الصالحة . قال ابو الحسن القطان حدثنا ابو العباس بن عبد الله بن اسماعيل البغدادي، حدثنا عفان، حدثنا همام، فذكر نحوه