Hadis
#6165
Shahih Muslim - Virtues
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin 'Abdul A'laa Al Qais]; Telah menceritakan kepada kami [Al Mu'tamir bin Sulaiman At Taimi] dari [Bapaknya] dari [Raqabah] dari [Abu Ishaq] dari [Sa'id bin Jubair] dia berkata; di tanyakan kepada [Ibnu Abbas] bahwa Nauf beranggapan sesungguhnya Musa yang pergi mencari Ilmu itu bukanlah Musa yang di utus kepada Bani Israil; Ibnu Abbas bertanya; Apakah kamu mendengarnya juga wahai Said? Aku menjawab; 'Ya.' Ibnu Abbas berkata; Nauf telah berdusta! Telah menceritakan kepada kami [Ubay bin Ka'ab] dia berkata; Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Musa berpidato dihadapan kaumnya mengingatkan hari-hari Allah, kemenangan dan cobaannya, ia menyatakan bahwa "Aku tidak tahu ada orang yang paling pandai di muka bumi selain aku." Maka Allah subhanahu wata'ala mewahyukan padanya bahwa Allah memiliki seorang hamba yang lebih pandai darinya, Musa berkata; Wahai Rabbku tunjukilah kepadaku, Maka Allah berfirman kepadanya; bawalah bersamamu bekal dari ikan yang asin. Hingga akhirnya kamu akan mencari ikan itu. Lalu pergilah Musa hingga ia sampai di sebuah batu lalu ia tidak dapat melihat ikat tersebut. Lalu Musa pergi dengan meninggal temannya untuk mencari ikat tersebut. Namun tiba-tiba ikan tersebut bergerak-gerak hingga dapat diketahui oleh temannya. Temannya berkata; aku akan mengejar Musa hingga aku beritahukan tentang ikan itu kepadanya. Ubay berkata; lalu teman itu lupa hingga mereka terus berlalu. Musa berkata; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini." Lalu temannya berkata; 'Adakah kamu melihat kita berdiam yakni ketika beristirahat di batu besar. Sesungguhnya aku terlupa kepada ikan hiu itu dan Tiada yang membuat aku lupa tentang hal itu, melainkan setan.' Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula ketika ikan tersebut lari dengan cepat hingga mengagetkan Musa dan mereka berjalan mengikuti jejak ikan tersebut. Musa berkata; inilah tempat yang telah digambarkan kepadaku. Lalu dia mencari kemudian bertemulah dengan seseorang yang memakai kain penutup kepala, sambil berbaring. Musa mengucapkan salam kepadanya dan ia membalas sambil membuka kain yang menutupi wajahnya; 'Wa 'alaikum salam, siapakah kamu?" Musa berkata; "Aku adalah Musa." Ia bertanya; "Musa siapa?." Musa menjawab; Musa bani Israil. Ia bertanya lagi; Apa yang menyebabkan kamu datang kemari? Musa menjawab; Aku datang agar kamu mengajariku tentang ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Khidhir berkata; "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?." "Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun." Dia berkata: "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu." Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melubanginya. -Ubay berkata; 'Khidr melubanginya dengan sengaja.- Musa berkata: "Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?" Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar. Dia (Khidhr) berkata: "Bukankah aku telah berkata: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku." Musa berkata: "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku." Keduanya berjalan hingga mendatangi beberapa anak kecil yang sedang bermain di tepi pantai, lalu dia mendekati salah satu dari mereka dengan cepat dan langsung membunuhnya. Musa pun kaget dan berkata: "Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, yang tidak pernah membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar." Khidhr berkata: "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?." Musa pun malu dan berkata: "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku." Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidr menegakkan dinding itu. Musa berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu." Khidhr berkata seraya sambil memegang pakaian Musa: "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu, Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. Maka bila raja itu lewat dia akan mendapati bahtera itu dalam keadaan rusak, hingga tidak jadi merampasnya dan semuanya selamat, setelah itu mereka bisa kembali memperbaikinya dengan kayu. Dan adapun anak itu, telah ditakdirkan padanya kekafiran sedang orang tuanya adalah orang-orang shaleh, apabila dia sudah besar dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Allah mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anak itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya). Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Dan telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin 'Abdur Rahman Ad Darimi]; Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf]; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami ['Abad bin Humaid]; Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Musa] keduanya dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dengan sanad At Taimi dari Abu Ishaq dengan Hadits yang serupa
حدثنا ابى بن كعب، قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " انه بينما موسى عليه السلام في قومه يذكرهم بايام الله وايام الله نعماوه وبلاوه اذ قال ما اعلم في الارض رجلا خيرا او اعلم مني . قال فاوحى الله اليه اني اعلم بالخير منه او عند من هو ان في الارض رجلا هو اعلم منك . قال يا رب فدلني عليه . قال فقيل له تزود حوتا مالحا فانه حيث تفقد الحوت . قال فانطلق هو وفتاه حتى انتهيا الى الصخرة فعمي عليه فانطلق وترك فتاه فاضطرب الحوت في الماء فجعل لا يلتيم عليه صار مثل الكوة قال فقال فتاه الا الحق نبي الله فاخبره قال فنسي . فلما تجاوزا قال لفتاه اتنا غداءنا لقد لقينا من سفرنا هذا نصبا . قال ولم يصبهم نصب حتى تجاوزا . قال فتذكر قال ارايت اذ اوينا الى الصخرة فاني نسيت الحوت وما انسانيه الا الشيطان ان اذكره واتخذ سبيله في البحر عجبا . قال ذلك ما كنا نبغي . فارتدا على اثارهما قصصا فاراه مكان الحوت قال ها هنا وصف لي . قال فذهب يلتمس فاذا هو بالخضر مسجى ثوبا مستلقيا على القفا او قال على حلاوة القفا قال السلام عليكم . فكشف الثوب عن وجهه قال وعليكم السلام من انت قال انا موسى . قال ومن موسى قال موسى بني اسراييل . قال مجيء ما جاء بك قال جيت لتعلمني مما علمت رشدا . قال انك لن تستطيع معي صبرا وكيف تصبر على ما لم تحط به خبرا . شىء امرت به ان افعله اذا رايته لم تصبر . قال ستجدني ان شاء الله صابرا ولا اعصي لك امرا . قال فان اتبعتني فلا تسالني عن شىء حتى احدث لك منه ذكرا . فانطلقا حتى اذا ركبا في السفينة خرقها . قال انتحى عليها . قال له موسى عليه السلام اخرقتها لتغرق اهلها لقد جيت شييا امرا . قال الم اقل انك لن تستطيع معي صبرا قال لا تواخذني بما نسيت ولا ترهقني من امري عسرا . فانطلقا حتى اذا لقيا غلمانا يلعبون . قال فانطلق الى احدهم بادي الراى فقتله فذعر عندها موسى عليه السلام ذعرة منكرة . قال اقتلت نفسا زاكية بغير نفس لقد جيت شييا نكرا . فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم عند هذا المكان " رحمة الله علينا وعلى موسى لولا انه عجل لراى العجب ولكنه اخذته من صاحبه ذمامة . قال ان سالتك عن شىء بعدها فلا تصاحبني قد بلغت من لدني عذرا . ولو صبر لراى العجب - قال وكان اذا ذكر احدا من الانبياء بدا بنفسه " رحمة الله علينا و��لى اخي كذا رحمة الله علينا - " فانطلقا حتى اذا اتيا اهل قرية لياما فطافا في المجالس فاستطعما اهلها فابوا ان يضيفوهما فوجدا فيها جدارا يريد ان ينقض فاقامه . قال لو شيت لاتخذت عليه اجرا . قال هذا فراق بيني وبينك واخذ بثوبه . قال سانبيك بتاويل ما لم تستطع عليه صبرا اما السفينة فكانت لمساكين يعملون في البحر الى اخر الاية . فاذا جاء الذي يسخرها وجدها منخرقة فتجاوزها فاصلحوها بخشبة واما الغلام فطبع يوم طبع كافرا وكان ابواه قد عطفا عليه فلو انه ادرك ارهقهما طغيانا وكفرا فاردنا ان يبدلهما ربهما خيرا منه زكاة واقرب رحما . واما الجدار فكان لغلامين يتيمين في المدينة وكان تحته " . الى اخر الاية
Metadata
- Edition
- Shahih Muslim
- Book
- Virtues
- Hadith Index
- #6165
- Book Index
- 223
Grades
- -
