Loading...

Loading...
Kitab
81 Hadis
Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] berkata, telah menceritakan kepadaku [Salim bin 'Abdullah bin 'Umar] dan [Abu Bakar Ibnu Abu Hatsmah] bahwa ['Abdullah bin 'Umar] berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat 'Isya pada suatu malam di akhir hayatnya. Selesai salam, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan berkata, "Tidakkah kalian melihat malam kalian ini? Ketahuilah, sesungguhnya setelah seratus tahun tidak akan ada orang pun di muka bumi ini yang tersisa dari mereka yang hadir pada malam ini." Kemudian orang-orang mengalami kerancuan dalam memahami pernyataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tersebut hingga mereka memperbincangkannya, yakni apa yang maksud dengan seratus tahun tersebut?" 'Abdullah bin 'Umar berkata, "Sesungguhnya maksud sabda Nabi, 'Tidak akan ada orang yang tersisa di atas bumi ini' adalah berakhirnya generasi tersebut
حدثنا ابو اليمان، قال اخبرنا شعيب، عن الزهري، قال حدثني سالم بن عبد الله بن عمر، وابو بكر بن ابي حثمة ان عبد الله بن عمر، قال صلى النبي صلى الله عليه وسلم صلاة العشاء في اخر حياته، فلما سلم قام النبي صلى الله عليه وسلم فقال " ارايتكم ليلتكم هذه فان راس ماية لا يبقى ممن هو اليوم على ظهر الارض احد ". فوهل الناس في مقالة رسول الله عليه السلام الى ما يتحدثون من هذه الاحاديث عن ماية سنة، وانما قال النبي صلى الله عليه وسلم " لا يبقى ممن هو اليوم على ظهر الارض " يريد بذلك انها تخرم ذلك القرن
Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nu'man] berkata, telah menceritakan kepada kami [Mu'tamin bin Sulaiman] berkata, telah menceritakan kepada kami [bapakku] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu 'Utsman] dari ['Abdurrahman bin Abu Bakar], bahwa para Ashhabush Shuffah adalah orang-orang yang berasal dari kalangan fakir miskin. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa memiliki makanan cukup untuk dua orang, maka ajaklah orang yang ketiga. Jika memiliki makanan untuk empat orang hendaklah mengajak orang yang kelima atau keenam." Maka Abu Bakar datang dengan membawa makanan yang cukup untuk tiga orang. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam lalu datang dengan membawa makanan yang cukup untuk sepuluh orang." 'Abdurrahman bin Abu Bakar berkata, "Mereka itu adalah aku, bapakku, ibuku, -perawi berkata; aku tidak tahu ia mengatakan- isteriku dan pelayan yang biasa membantu kami dan keluarga Abu Bakar. Saat itu Abu Bakar makan malam di sisi Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam hingga waktu isya, dan ia tetap di sana hingga shalat dilaksanakan. Ketika Abu Bakar pulang di waktu yang sudah malam isterinya (ibuku) berkata, "Apa yang menghalangimu untuk menjamu tamu-tamumu?" Abu Bakar balik bertanya, "Kenapa tidak engkau jamu mereka?" Isterinya menjawab, "Mereka enggan untuk makan hingga engkau kembali, padahal mereka sudah ditawari." 'Abdurrahman berkata, "Kemudian aku pergi dan bersembunyi." Abu Bakar lantas berkata, "Wahai Ghuntsar (kalimat celaan)!" Abu Bakar terus saja marah dan mencela (aku). Kemudian ia berkata (kepada tamu-tamunya), "Makanlah kalian semua." Kemudian tamunya mengatakan, "Selamanya kami tidak akan makan. Demi Allah, tidaklah kami ambil satu suap kecuali makanan tersebut justru bertambah semakin banyak dari yang semula." 'Abdurrahman berkata, "Mereka kenyang semua, dan makanan tersebut menjadi tiga kali lebih banyak dari yang semula. Abu Bakar memandangi makanan tersebut tetap utuh bahkan lebih banyak lagi. Kemudian ia berkata kepada isterinya, "Wahai saudara perempuan Bani Firas, bagaimana ini?" Isterinya menjawab, "Tak masalah, bahkan itu suatu kebahagiaan, ia bertambah tiga kali lipatnya." Abu Bakar kemudian memakannya seraya berkata, "Itu pasti dari setan-yakni sumpah yang ia ucapkan-." Kemudian ia memakan satu suap lantas membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Waktu itu antara kami mempunyai perjanjian dengan suatu kaum dan masanya pun telah habis. Kemudian kami membagi orang-orang menjadi dua belas orang, dan setiap dari mereka diikuti oleh beberapa orang -dan Allah yang lebih tahu berapa jumlah mereka-. Kemudian mereka menyantap makanan tersebut hingga kenyang
حدثنا ابو النعمان، قال حدثنا معتمر بن سليمان، قال حدثنا ابي، حدثنا ابو عثمان، عن عبد الرحمن بن ابي بكر، ان اصحاب الصفة، كانوا اناسا فقراء، وان النبي صلى الله عليه وسلم قال " من كان عنده طعام اثنين فليذهب بثالث، وان اربع فخامس او سادس ". وان ابا بكر جاء بثلاثة فانطلق النبي صلى الله عليه وسلم بعشرة، قال فهو انا وابي وامي، فلا ادري قال وامراتي وخادم بيننا وبين بيت ابي بكر. وان ابا بكر تعشى عند النبي صلى الله عليه وسلم ثم لبث حيث صليت العشاء، ثم رجع فلبث حتى تعشى النبي صلى الله عليه وسلم فجاء بعد ما مضى من الليل ما شاء الله، قالت له امراته وما حبسك عن اضيافك او قالت ضيفك قال اوما عشيتيهم قالت ابوا حتى تجيء، قد عرضوا فابوا. قال فذهبت انا فاختبات فقال يا غنثر، فجدع وسب، وقال كلوا لا هنييا. فقال والله لا اطعمه ابدا، وايم الله ما كنا ناخذ من لقمة الا ربا من اسفلها اكثر منها. قال يعني حتى شبعوا وصارت اكثر مما كانت قبل ذلك، فنظر اليها ابو بكر فاذا هي كما هي او اكثر منها. فقال لامراته يا اخت بني فراس ما هذا قالت لا وقرة عيني لهي الان اكثر منها قبل ذلك بثلاث مرات. فاكل منها ابو بكر وقال انما كان ذلك من الشيطان يعني يمينه ثم اكل منها لقمة، ثم حملها الى النبي صلى الله عليه وسلم فاصبحت عنده، وكان بيننا وبين قوم عقد، فمضى الاجل، ففرقنا اثنا عشر رجلا، مع كل رجل منهم اناس، الله اعلم كم مع كل رجل فاكلوا منها اجمعون، او كما قال