Loading...

Loading...
Kitab
66 Hadis
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayyub] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Barangsiapa menyatakan diri bermimpi padahal tidak, ia dipaksa untuk menyatukan dua biji gandum dan ia tak akan bisa melakukannya, dan barangsiapa mencuri dengar pembicaraan suatu kaum padahal mereka tidak menyukai atau telah menyingkir untuk menghindarinya, maka telinganya akan dialiri cairan tembaga pada hari kiamat, barang siapa menggambar ia akan disiksa dan dipaksa untuk menghidupkannya padahal tidak mampu." [Sufyan] mengatakan; ['Ayyub] menyambungkannya kepada kami. Sedang [Qutaibah] mengatakan; telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Qatadah] dari ['Ikrimah] dari [Abu Hurairah] ucapannya tentang; 'Barangsiapa dusta dalam mimpinya'. Dan [Syu'bah] mengatakan; dari [Abu Hasyim Ar Rumani], aku mendengar [Ikrimah] berkata; [Abu Hurairah] dengan ucapannya; 'Barangsiapa menggambar, dan barangsiapa menyatakan bermimpi, dan barangsiapa mencuri dengar.' Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Khalid] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] mengatakan; "Barangsiapa mencuri dengar, dan barangsiapa menyatakan bermimpi dan barangsiapa menggambar', hadits ini diikutsertakan penguatnya oleh [Hisyam] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dengan ucapan beliau
حدثنا علي بن عبد الله، حدثنا سفيان، عن ايوب، عن عكرمة، عن ابن عباس، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال " من تحلم بحلم لم يره، كلف ان يعقد بين شعيرتين، ولن يفعل، ومن استمع الى حديث قوم وهم له كارهون او يفرون منه، صب في اذنه الانك يوم القيامة، ومن صور صورة، عذب وكلف ان ينفخ فيها، وليس بنافخ ". قال سفيان وصله لنا ايوب. وقال قتيبة حدثنا ابو عوانة، عن قتادة، عن عكرمة، عن ابي هريرة، قوله من كذب في روياه. وقال شعبة عن ابي هاشم الرماني سمعت عكرمة قال ابو هريرة قوله من صور، ومن تحلم، ومن استمع. حدثني اسحاق حدثنا خالد عن خالد عن عكرمة عن ابن عباس قال " من استمع، ومن تحلم، ومن صور ". نحوه. تابعه هشام عن عكرمة عن ابن عباس قوله
Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Muslim] telah menceritakan kepada kami ['Abdush Shamad] telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman bin Abdullah bin Dinar], maula Ibnu Umar, dari [ayahnya] dari [Ibnu Umar], bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Diantara kebohongan yang paling bohong adalah menyatakan melihat (bermimpi) padahal tidak
حدثنا علي بن مسلم، حدثنا عبد الصمد، حدثنا عبد الرحمن بن عبد الله بن دينار، مولى ابن عمر عن ابيه، عن ابن عمر، ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال " من افرى الفرى ان يري عينيه ما لم تر
Telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Rabi'] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Abdu Rabbihi bin Sa'id] mengatakan; aku mendengar [Abu Salamah] mengatakan; 'Pernah aku bermimpi sehingga menjadikan diriku sakit, hingga aku mendengar [Abu Qatadah] mengatakan; 'Sungguh aku juga pernah bermimpi yang menjadikan diriku sakit, hingga aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mimpi yang baik adalah berasal dari Allah, maka jika salah seorang diantara kaian bermimpi yang disukainya, jangan menceritakannya selain kepada yang disukai, dan siapa yang bermimpi yang tidak disukainya, hendaklah meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatannya dan dari kejahatan setan, dan hendaklah meludah tiga kali dan jangan menceritakannya kepada seorang pun, sebab yang demikian tidak membahayakannya
حدثنا سعيد بن الربيع، حدثنا شعبة، عن عبد ربه بن سعيد، قال سمعت ابا سلمة، يقول لقد كنت ارى الرويا فتمرضني حتى سمعت ابا قتادة يقول وانا كنت لارى الرويا تمرضني، حتى سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول " الرويا الحسنة من الله، فاذا راى احدكم ما يحب فلا يحدث به الا من يحب، واذا راى ما يكره فليتعوذ بالله من شرها، ومن شر الشيطان وليتفل ثلاثا ولا يحدث بها احدا فانها لن تضره
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Hamzah] telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abi Hazim] dan [Darawardi] dari [Yazid bin 'Abdullah bin Usamah bin Hadi Al Laitsi] dari [Abdullah bin Khabbab] dari [Abu Sa'id Al Khudzri], bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang diantara kalian bermimpi yang disukainya, maka itu berasal dari Allah, maka hendaklah ia memuji Allah karenanya, dan hendaklah menceritakannya, sebaliknya jika bermimpi selainnya ynag tidak disukainya, hanyasanya yang demikian itu berasal dari setan, maka hendaklah ia meminta perlindungan dari kejahatannya, dan jangan menceritakannya kepada seorang pun, sebab tidak akan membahayakannya
حدثنا ابراهيم بن حمزة، حدثني ابن ابي حازم، والدراوردي، عن يزيد، عن عبد الله بن خباب، عن ابي سعيد الخدري، انه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " اذا راى احدكم الرويا يحبها، فانها من الله، فليحمد الله عليها، وليحدث بها، واذا راى غير ذلك مما يكره، فانما هي من الشيطان، فليستعذ من شرها، ولا يذكرها لاحد، فانها لن تضره
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari [Ubaidullah bin Abdullah] bahwasanya [Ibnu Abbas] radliallahu 'anhuma menceritakan; Ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengatakan; 'Tadi malam aku bermimpi melihat segumpal awan yang meneteskan minyak samin dan madu, lantas kulihat orang banyak memintanya, ada yang meminta banyak dan ada yang meminta sedikit, tiba-tiba ada tali yang menghubungkan antara langit dan bumi, kulihat engkau memegangnya kemudian engkau naik, kemudian ada orang lain memegangnya dan ia pergunakan untuk naik, kemudian ada orang yag mengambilnya dan dipergunakannya untuk naik namun tali terputus, kemudian tali tersambung.' Spontan Abu Bakar berujar; 'Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku untuk tebusanmu, demi Allah, biarkan aku untuk mentakwilkannya! ' "takwilkanlah" Kata Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Abu Bakar mengatakan; 'Adapun awan, itulah Islam, adapun madu dan minyak samin yang menetes, itulah Alquran, karena alqur'an manisnya menetes, maka silahkan ada yang memperbanyak atau mempersedikit, adapun tali yang menghubungkan langit dan bumi adalah kebenaran yang engkau pegang teguh sekarang ini, yang karenanya Allah meninggikan kedudukanmu, kemudian ada seseorang sepeninggalmu mengambilnya dan ia pun menjadi tinggi kedudukannya, lantas ada orang lain yang mengambilnya dan terputus, kemudian tali itu tersambung kembali sehingga ia menjadi tinggi kedudukannya karenanya, maka beritahulah aku ya Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, saya benar ataukah salah? ' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Engkau benar sebagian dan salah sebagian!" Abu Bakar mengatakan; 'Demi Allah ya Rasulullah, tolong beritahukanlah kepadaku takwilku yang salah! ' Nabi menjawab: "Janganlah engkau bersumpah
حدثني يحيى بن بكير، حدثنا الليث، عن يونس، عن ابن شهاب، عن عبيد الله بن عبد الله بن عتبة، ان ابن عباس رضى الله عنهما كان يحدث ان رجلا اتى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال اني رايت الليلة في المنام ظلة تنطف السمن والعسل، فارى الناس يتكففون منها فالمستكثر والمستقل، واذا سبب واصل من الارض الى السماء، فاراك اخذت به فعلوت، ثم اخذ به رجل اخر فعلا به، ثم اخذ به رجل اخر فعلا به ثم اخذ به رجل اخر فانقطع ثم وصل. فقال ابو بكر يا رسول الله بابي انت والله لتدعني فاعبرها. فقال النبي صلى الله عليه وسلم " اعبر ". قال اما الظلة فالاسلام، واما الذي ينطف من العسل والسمن فالقران حلاوته تنطف، فالمستكثر من القران والمستقل، واما السبب الواصل من السماء الى الارض فالحق الذي انت عليه تاخذ به فيعليك الله، ثم ياخذ به رجل من بعدك فيعلو به، ثم ياخذ رجل اخر فيعلو به، ثم ياخذه رجل اخر فينقطع به ثم يوصل له فيعلو به، فاخبرني يا رسول الله بابي انت اصبت ام اخطات. قال النبي صلى الله عليه وسلم " اصبت بعضا واخطات بعضا ". قال فوالله لتحدثني بالذي اخطات. قال " لا تقسم
Telah menceritakan kepadaku [Mu`ammal bin Hisyam Abu Hisyam] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami ['Auf] telah menceritakan kepada kami [Abu Raja'] telah menceritakan kepada kami [Samurah bin Jundab] radliallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam seringkali mengatakan kepada para sahabatnya; "Apakah diantara kalian ada yang bermimpi?" Kata Samurah; maka ada diantara mereka yang menceritakan kisahnya. Suatu saat ketika subuh, beliau berkata: "Semalaman aku didatangi dua orang, keduanya mengajakku pergi dan berujar; 'Ayo kita berangkat! ' Aku pun berangkat bersama keduanya, dan kami mendatangi seseorang yang berbaring dan yang lain berdiri disampingnya dengan membawa batu besar, lalu ia menjatuhkan batu tersebut di kepalanya sehingga kepalanya pecah dan batu menggelinding disini. Orang tadi terus mengikuti batu dan mengambilnya, namun ketika dia belum kembali kepada yang dijatuhi, tetapi kepalanya telah kembali seperti sedia kala. Lantas orang tadi kembali menemuinya dan mengerjakan sebagaimana semula. Sayapun bertanya kepada dua orang yang membawaku; 'Subhanallah, mengapa kedua orang ini seperti ini? ' keduanya menjawab; 'Mari kita berangkat ke tempat lain dahulu! ' Kami pun berangkat, lantas kami mendatangi seseorang yang terlentang diatas kedua tengkuknya sedang ada orang lain yang berdiri di sampingnya sambil membawa pengait besi, ia memegang salah satu samping wajahnya dan memotong-motong dagunya hingga tengkuknya, dan tenggorokannya hingga tengkuknya, dan matanya hingga tengkuknya" -Kata Auf, terkadang Abu Raja' menggunakan redaksi; 'lantas membelah-belah dagunya, bukan memotong- "kemudian orang yang memotong berpindah ke sisi dagu lain dan memperlakukan korbannya sebagaimana ia lakukan pada sisi dagu pertama. Belum ia selesai memotong-mogong dagu kedua, maka dagu samping pertama kembali seperti semula, maka orang itu memperlakukannya sebagaimana semula. Maka saya bertanya; 'Subhanallah, kenapa dua orang ini? ' Namun kedua orang yang membawaku hanya berujar; 'Mari kita pindah ke tempat lain dulu! ' Maka kami berangkat, hingga kami mendatangi suatu tempat seperti tungku." Kata Abu Raja, seingatku Samurah mengatakan; "Tungku tersebut mengeluarkan suara gemuruh.- Lantas kami melihat isinya, tak tahunya disana ada laki-laki dan wanita telanjang, mereka didatangi oleh sulut api dari bawah mereka, jika sulutan api mengenai mereka, mereka mengerang-ngerang. Maka saya bertanya kepada dua orang yang membawaku; 'apa sebenarnya dengan orang-orang ini? Namun kedua orang yang membawaku hanya berujar; 'Ayo kita berpindah ke tempat lain! ' Maka kami terus berangkat, dan kami mendatangi sebuah sungai." Dan setahuku Samurah mengatakan; 'sungai merah seperti darah-, "tak tahunya di sungai ada laki-laki yang berenang, sedang ditepi sungai ada orang yang mengumpulkan banyak bebatuan, apabila yang berenang tadi sampai ke tepian sungai, ke tempat orang yang mengumpulkan bebatuan, maka ia membuka mulutnya dan orang yang di tepi tadi memasukkan batu ke mulutnya, lantas ia berenang kemudian kembali lagi, setiap kali ia kembali ke tepi, mulutnya membuka dan orang yang di tepi menyuapinya dengan batu itu. Saya bertanya kepada dua orang yang membawaku; 'kenapa dua orang ini? ' keduanya menjawab; 'Ayo kita pindah ke tempat lain dulu! ' Maka kami pun berangkat, lantas kami mendatangi seseorang yang wajahnya menyeramkan sebagaimana seseorang yang paling menyeramkan yang pernah kalian lihat. Dan di dekatnya terdapat api yang terus ia nyalakan dan dia berlari di sekitarnya. Saya bertanya kepada dua orang yang membawaku; 'mengapa orang ini? ' kedua orang yang membawaku berujar; 'Ayo kita pindah ke tempat lain dahulu! ' Lantas kami berangkat. Lalu kami mendatangi sebuah kebun yang secara merata berisi warna musim semi, diantara dua tepi kebun terdapat seseorang yang jangkung, yang nyaris aku belum pernah melihat manusia yang kepalanya memanjang di langit seperti itu, dan sekitar orang itu terdapat banyak anak-anak kecil yang pernah aku lihat. Saya bertanya; 'Apa ini sebenarnya, mereka ini siapa? ' kedua orang yang membawaku berujar; 'Ayo kita pindah ke tempat lain dulu! ' Kami pun berangkat melanjutkan perjalanan, hingga kami mendatangi sebuah kebun besar yang sebelumnya aku belum pernah melihat kebun lebih besar dan lebih indah daripadanya sama sekali, Keduanya berkata; 'Naiklah engkau! ' Kami pun naik, dan kami berakhir ke sebuah kota yang dibangun dari batu bata emas dan perak, lalu kami tiba di pintu kota. Kami minta di buka, maka pintu pun dibuka untuk kami, kami masuk dan kami disambut oleh beberapa orang yang separo tubuhnya seperti orang paling tampan yang pernah anda lihat, dan separohnya seperti manusia paling jelek yang pernah engkau lihat. Keduanya mengatakan kepada mereka; 'Pergilah kalian semua! ' Lantas mereka sampai di sebuah sungai. Tak tahunya sungai itu terbentang mengalir, airnya sangat putih bersih, mereka pun pergi dan mandi-mandi disana, kemudian kembali menemui kami dan kotorannya telah hilang di sungai tempat mereka mandi, sehingga mereka menjadi manusia paling tampan. Keduanya mengatakan kepadaku; 'Inilah surga Aden dan di sini hunianmu! ' lantas pandanganku menatap ke atas, tak tahunya ada sebuah istana seperti awan putih yang menyendiri. Keduanya berkata; 'Inilah hunianmu! ' Saya menjawab; 'Semoga Allah memberkati kalian berdua, sekarang biarkanlah aku untuk memasukinya! ' Keduanya menjawab; 'kalau sekarang jangan dulu, namun pasti engkau akan memasukinya! ' Saya mengatakan; 'Semenjak semalaman aku telah melihat peristiwa-peristiwa aneh nan mencengangkan, tolong kabarilah aku apa arti sebenarnya yang kulihat! ' Keduanya berujar; 'Sekarang baiklah kuberitakan kepadamu peristiwa-peristiwa itu! Adapun laki-laki pertama yang kamu datangi sedang kepalanya pecah dengan batu, itu adalah seseorang yang mempelajari alquran namun ia menolaknya, dan ia tidur sampai meninggalkan shalat wajib. Adapun orang yang kamu datangi membelah dagu kawannya hingga tengkuknya, tenggorokannya hingga dagunya, dan matanya hingga tengkuknya, itu adalah seseorang yang berangkat dari rumahnya lantas ia dusta, dan kedustaannya menembus cakrawala. Adapun laki-laki dan wanita yang telanjang dalam bangunan seperti tungku, mereka adalah laki-laki dan wanita pezina. Adapun laki-laki yang berenang dalam sungai dan disuapi batu besar, mereka adalah pemakan riba, adapun laki-laki yang raut mukanya menyeramkan di neraka sambil menyalakan api dan berlari-lari di sekitarnya, itu adalah Malik, penjaga Jahannam, adapun laki-laki jangkung dalam taman, ia adalah Ibrahim 'alaihissalam, adapun anak-anak di sekitarnya adalah bayi yang mati diatas fitrah." Lantas sebagian sahabat bertanya; 'ya Rasulullah, juga anak orang-orang musyrik? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Juga anak-anak orang-orang musyrik! Adapun orang yang separoh berwajah tampan dan separohnya lagi jelek, mereka adalah orang yang mencampuradukkan amal shalih dan lainnya jelek, lantas Allah mengampuni kesalahannya
حدثني مومل بن هشام ابو هشام، حدثنا اسماعيل بن ابراهيم، حدثنا عوف، حدثنا ابو رجاء، حدثنا سمرة بن جندب رضى الله عنه قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم مما يكثر ان يقول لاصحابه " هل راى احد منكم من رويا ". قال فيقص عليه من شاء الله ان يقص، وانه قال ذات غداة " انه اتاني الليلة اتيان، وانهما ابتعثاني، وانهما قالا لي انطلق. واني انطلقت معهما، وانا اتينا على رجل مضطجع، واذا اخر قايم عليه بصخرة، واذا هو يهوي بالصخرة لراسه، فيثلغ راسه فيتهدهد الحجر ها هنا، فيتبع الحجر فياخذه، فلا يرجع اليه حتى يصح راسه كما كان، ثم يعود عليه، فيفعل به مثل ما فعل المرة الاولى. قال قلت لهما سبحان الله ما هذان قال قالا لي انطلق قال فانطلقنا فاتينا على رجل مستلق لقفاه، واذا اخر قايم عليه بكلوب من حديد، واذا هو ياتي احد شقى وجهه فيشرشر شدقه الى قفاه، ومنخره الى قفاه وعينه الى قفاه قال وربما قال ابو رجاء فيشق قال ثم يتحول الى الجانب الاخر، فيفعل به مثل ما فعل بالجانب الاول، فما يفرغ من ذلك الجانب حتى يصح ذلك الجانب كما كان، ثم يعود عليه فيفعل مثل ما فعل المرة الاولى. قال قلت سبحان الله ما هذان قال قالا لي انطلق. فانطلقنا فاتينا على مثل التنور قال فاحسب انه كان يقول فاذا فيه لغط واصوات قال فاطلعنا فيه، فاذا فيه رجال ونساء عراة، واذا هم ياتيهم لهب من اسفل منهم، فاذا اتاهم ذلك اللهب ضوضوا قال قلت لهما ما هولاء قال قالا لي انطلق انطلق. قال فانطلقنا فاتينا على نهر حسبت انه كان يقول احمر مثل الدم، واذا في النهر رجل سابح يسبح، واذا على شط النهر رجل قد جمع عنده حجارة كثيرة، واذا ذلك السابح يسبح ما يسبح، ثم ياتي ذلك الذي قد جمع عنده الحجارة فيفغر له فاه فيلقمه حجرا فينطلق يسبح، ثم يرجع اليه، كلما رجع اليه فغر له فاه فالقمه حجرا قال قلت لهما ما هذان قال قالا لي انطلق انطلق. قال فانطلقنا فاتينا على رجل كريه المراة كاكره ما انت راء رجلا مراة، واذا عنده نار يحشها ويسعى حولها قال قلت لهما ما هذا قال قالا لي انطلق انطلق. فانطلقنا فاتينا على روضة معتمة فيها من كل نور الربيع، واذا بين ظهرى الروضة رجل طويل لا اكاد ارى راسه طولا في السماء، واذا حول الرجل من اكثر ولدان رايتهم قط قال قلت لهما ما هذا ما هولاء قال قالا لي انطلق انطلق. قال فانطلقنا فانتهينا الى روضة عظيمة لم ار روضة قط اعظم منها ولا احسن. قال قالا لي ارق فيها. قال فارتقينا فيها فانتهينا الى مدينة مبنية بلبن ذهب ولبن فضة، فاتينا باب المدينة فاستفتحنا ففتح لنا، فدخلناها فتلقانا فيها رجال شطر من خلقهم كاحسن ما انت راء، وشطر كاقبح ما انت راء قال قالا لهم اذهبوا فقعوا في ذلك النهر. قال واذا نهر معترض يجري كان ماءه المحض في البياض، فذهبوا فوقعوا فيه، ثم رجعوا الينا قد ذهب ذلك السوء عنهم، فصاروا في احسن صورة قال قالا لي هذه جنة عدن، وهذاك منزلك. قال فسما بصري صعدا، فاذا قصر مثل الربابة البيضاء قال قالا هذاك منزلك. قال قلت لهما بارك الله فيكما، ذراني فادخله. قالا اما الان فلا وانت داخله. قال قلت لهما فاني قد رايت منذ الليلة عجبا، فما هذا الذي رايت قال قالا لي اما انا سنخبرك، اما الرجل الاول الذي اتيت عليه يثلغ راسه بالحجر، فانه الرجل ياخذ القران فيرفضه وينام عن الصلاة المكتوبة، واما الرجل الذي اتيت عليه يشرشر شدقه الى قفاه، ومنخره الى قفاه، وعينه الى قفاه، فانه الرجل يغدو من بيته فيكذب الكذبة تبلغ الافاق، واما الرجال والنساء العراة الذين في مثل بناء التنور فانهم الزناة والزواني. واما الرجل الذي اتيت عليه يسبح في النهر ويلقم الحجر، فانه اكل الربا، واما الرجل الكريه المراة الذي عند النار يحشها ويسعى حولها، فانه مالك خازن جهنم، واما الرجل الطويل الذي في الروضة فانه ابراهيم صلى الله عليه وسلم واما الولدان الذين حوله فكل مولود مات على الفطرة ". قال فقال بعض المسلمين يا رسول الله واولاد المشركين فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم " واولاد المشركين. واما القوم الذين كانوا شطر منهم حسنا وشطر منهم قبيحا، فانهم قوم خلطوا عملا صالحا واخر سييا، تجاوز الله عنهم